I. PENDAHULUAN
Latar Belakang Permasalahan
Kini kita menghadapi suatu era baru yang ditandai oleh adanya kecenderungan globalisasi dunia sebagai akibat semakin banyaknya negara yang melaksanakan liberalisasi serta reformasi ekonomi yang ditunjang pula dengan majunya teknologi komunikasi dan transportasi. Globalisasi sendiri mengandung pengertian bahwa setiap negara bahkan setiap bisnis dan perusahaan, menghadapi persaingan global, baik secara langsung maupun tidak langsung. Globalisasi telah mengubah secara drastis pola produksi dari perusahaan-perusahaan multinasional. Sejalan dengan adanya perubahan tersebut, kerjasama multilateral dan regional semakin banyak dikembangkan guna mengantisipasi perkembangan yang sedang dan akan terjadi di masa mendatang.
Seperti kita ketahui,akibat krisis global memang berdampak cukup dahsyat. Banyak perusahaan besar otomotif mengalami kepailitan.tak sedikit pula yang bisnisnya menurun seperti diantaranya diakui oleh Honda Motors.produsen terbesar di dunia itu mengaku penjualannya akan menurun 15 persen tahun ini.(kompas,18 oktober 2009)
Penjualan sepeda motor tang tahun lalu bisa mencapi sekitar 6,2 juta unit,diperkirakan tahun 2009 hanya akan mencapai 5,3 juta unit.hingga semester pertama tahun 2009, angka oenjualan baru mencapai 2,54 juta unit. Dibandingkan periode yang sama tahun 2008, penjualan selama semester pertama bisa mencapai 3,05 juta unit. Bahkan aisi semula memproyeksikan penjualan hanya mencapai 4.6 juta unit. Kalu akhirnya mencapai 5,3 juta unit berarti merupakan sinyal positif bagi perekonomian indonesia.
Pada tahun 2009, produksi diperkirakan akan tetap atau bahkan terkoreksi mengingat faktor pendorong yang ada seperti deflasi sifatnya hanya mengurangi tekanan namun secara fundamental tidak akan mendorong pertumbuhan.
Tabel - Volume produksi sepeda motor anggota AISI di Indonesia 2004 - 2008
Tahun Volume produksi (unit) Pertumbuhan(%)
2004 3.897.250
2005 5.113.487 31,21
2006 4.458.886 -12,80
2007 4.706.812 5,56
2008* 6.275.400 33,33
Ket: *) Estimasi
Sumber: Data Consult
Potensi pasar sepeda motor di Indonesia sangat besar dan merupakan produsen sepeda motor terbesar kedua di dunia setelah India dan Vietnam. Pada tahun 2009 ini, produsen sekaligus agen tunggal pemegang merek (ATPM) motor honda motor, memproduksi sepeda motor yang ke 25 juta. Hal ini menunjukan Astra Honda yang telah berdiri sejak 1971, tidak hanya menjadi yang terbesar di indonesia tetapi juga di asia tenggara.
Industri sepeda motor nasional merupakan industri yang masih terus mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan ini didorong oleh kebutuhan masyarakat akan alat transportasi yang murah dan fleksibel.
Kebutuhan masyarakat ini masih akan terus ada mengingat belum adanya sistem transportasi massal yang terintegrasi apalagi rasio kepemilikan sepeda motor di Indonesia masih tergolong rendah di kawasan ASEAN sehingga potensi di masa datang masih sangat baik.
Potensi yang baik ini mendorong pertumbuhan kapasitas produksi. Pada tahun 2008 kapasitas produksi sepeda motor mencapai 8,46 juta unit per tahun. Produksi juga terus meningkat seiring permintaan yang juga terus tumbuh. Tingkat produksi pada tahun 2008 mencapai 6,27 juta unit.
Honda masih menjadi produsen terbesar pada tahun 2008 dengan volume produksi sebesar 2,83 juta unit disusul Yamaha dengan 2,52 juta unit. Kedua pemain ini secara bersama-sama menguasai pangsa produksi sebesar 95 persen.
Sementara itu, pada tahun 2008, penjualan sepeda motor mencapai lebih dari 6 juta unit yang merupakan rekor penjualan sepeda motor di tanah air. Pertumbuhan penjualan juga tumbuh cukup tinggi yakni sebesar 33,2 persen.
Pertumbuhan industri ini terpengaruh oleh resesi global, sehingga pada tahun 2009 pertumbuhannya diperkirakan akan tertahan sebagai akibat dari tekanan pada permaintaan, Industri sepeda motor dalam negeri memiliki dampak berganda (multiplier effect) yang sangat besar. Saat ini ada 300.000 sub-kontraktor yang terlibat dalam industri sepeda motor dalam negeri, dimana sekitar 150.000 diantaranya adalah usaha kecil, sementara karyawan dari seluruh anggota Asosiasi Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencapai 150.000 orang (Kompas, 13 Juli 2002).
Sikap mempunyai arti penting dalam pembuatan keputusan pemasaran dan ada kecenderungan yang kuat untuk menganggap bahwa sikap itu sebagai faktor yang paling kuat untuk memprediksi perilaku dimasa yang akan datang serta dapat membantu perusahaan meramalkan permintaan produk serta mengembangkan program pemasaran yang tepat. Sikap seseorang terhadap atribut produk dapat berbeda-beda karena keyakinan serta evaluasi terhadap atribut yang dimiliki produk tersebut. Disamping itu masih ada faktor lain yang turut berpengaruh yang pada akhirnya akan menentukan minatnya membeli suatu produk. Dalam penelitian ini sikap merupakan faktor yang mendapatkan perhatian dari peneliti, karena sikap merupakan faktor yang tepat untuk memprediksi/meramalkan perilaku konsumen dimasa yang akan datang. Jadi dengan mempelajari sikap konsumen diharapkan dapat menentukan apa yang akan dilakukan dimasa yang akan datang.
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk meneliti sikap konsumen dalam keputusan pembelian sepeda motor merek honda yang mengambil lokasi penelitian di kota Depok dengan berbagai pertimbangan sebagai berikut :
1. Sepeda motor Honda telah memiliki pabrik di Indonesia, dan menjadi anggota Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM), tetapi telah menempatkan dirinya sebagai “Produsen” dan “Distributor” sekaligus.
2. Merek sepeda motor ini mempunyai latar teknologi rancang bangun produksi yang inovatif.
Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut maka permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimanakah sikap konsumen dalam keputusan pembelian sepeda motor honda ?
2. Apakah lingkungan sosial konsumen berpengaruh terhadap pembelian produk sepeda motor merek Honda ?
3. Apakah terdapat perbedaan sikap konsumen dalam keputusan pembelianut sepeda motor merek Honda ?
Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang penelitian dan perumusan masalah, maka tujuan penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui dan menganalisa sikap konsumen terhadap atribut, harga, model, irit bahan bakar, performansi mesin, layanan purna jual, warna, merek, label, serbaguna pada produk sepeda motor bebek merek Honda dan merek motor lain.
2. Untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh lingkungan sosial konsumen yaitu anggota keluarga, orang lain, relasi dan tenaga penjual terhadap norma subyekti konsumen untuk melakukan pembelian produk sepeda motor bebek merek Honda dan merek motor lain.
3. Untuk mengetahui dan menganalisa perbedaan sikap konsumen terhadap atribut harga, model, irit bahan bakar, performansi mesin, layanan purna jual, warna, merek, label, serbaguna pada produk sepeda motor bebek merek Honda dan merek motor lain.
Manfaat Penelitian
a. Manfaat Akademis
Sebagai bahan literatur yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa ataupun mereka yang sedang melakukan penelitian. Disamping itu juga bermanfaat bagi penulis untuk mendapat pengetahuan, wawasan serta pengetahuan baru.
b. Manfaat Praktis
Sebagai bahan masukkan bagi peningkatan pada marketing perusahaan yang mengembangkan usahanya dalam bidang yang bersangkutan untuk lebih memahami keniginan para pelanggan dan penggunanya agar tetap menjadi pengguna dan pelanggan setia.
1.5 Metode Penelitian
Dalam penyusunaan penelitian ilmiah ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan cara mengumpulkan data-data dan info subjektif, sedangkan teknik penulisan dan pengumpulan data menggunakan :
1.5.1 Objek Penelitian
Objek yang digunakan oleh penulis adalah mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen, Universitas Gunadarma Kelapa Dua yang menggunakan Sepeda Motor Honda.
1.5.2 Data / Variebel
Penulis melakukan pengumpulan sumber data dengan menggunakan data primer yaitu sumber data yang diperoleh langsung dari lokasi penelitian yang berupa kuesioner yang dibagikan kepada 50 orang responden pengguna Sepeda motor honda, yaitu mahasiswa Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen, Universitas Gunadarma Kelapa Dua.
1.5.3 Metode Pengumpulan Data
1. Data Primer
Yaitu data yang secara langsung dikumpulkan dan didapatkan untuk kebutuhan riset atau penelitian yang berjalan.
a. Wawancara
Yaitu data yang didapat dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan langsung kepada responden dan dengan pihak tertentu yang berhubungan langsung dengan pengumpulan data dalam penelitian ini.
b. Kuesioner
Dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 50 orang resonden pengguna Telkomsel dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan pengaruh atribut harga,kualitas dan ciri/keistimewaanTerhadap Pembelian sepeda motor honda.yang telah dibuat sebelumnya oleh penulis dan dibagikan secara acak kepada responden.
2. Data Sekunder
Yaitu data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain atau data yang sudah tersedia dari sumber yang sudah ada dan diperoleh dari situs-situs publik.
a. Studi Kepustakaan
Yaitu penulis menggunakan studi kepustakaan yang bertujuan menghubungkan kebenaran teori dengan kenyataan yang dialami pengguna sepeda motor honda dengan objek penelitian. Untuk menggali teori yang telah berkembang dalam bidang ilmu yang relevan dengan topik penelitian.
b. Dengan membuka dan mencari melalui situs-situs internet yang erat hubunganya dengan penulisan ini.
1.5.4 Hipotesis
Hipotesis statistik adalah pernyataan atau dugaan mengenai satu atau lebih populasi, terbukti atau tidaknya suatu hipotesis tidak akan pernah diketahui pasti, kecuali bila sudah memeriksa sampel yang dijadikan bahan pengujian.
Hipotesis yang ingin dibuktikan dalam penelitian ini adalah :
Ho : Pengaruh atribut harga, kualiat danciri karakteristik rendah
Ha : Pengaruh atribut harga, kualiat danciri karakteristik tinggi
1.5.5Alat Analisisyang digunakan . SkalaLikert
Skala Likert adalah jenis skala yang digunakan untuk mengukur variabel penelitian skala ini yang berhubungan dengan sikap seseorang terhadap sesuatu. Tingkat kesesuaian adalah hasil perbandingan antara pelaksanaan atau kinerja dengan nilai kepentingan. Tingkat kesesuaian ilmiah yang akan menentukan urutan prioritas penghitungan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pelanggan.