Selasa, 30 November 2010

bab 4 dan 5

BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Objek Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan objek berupa 60 responden yamg mengisi kuesioner yang telah dibuat oleh penulis. Responden diambil dari mahasiswa/i di Universitas Gunadarma yang beralamat di jalan Akses UI,Kelapa Dua, Depok. Objek penelitian diambil dari mahasiwa/i. Karena dianggap penulis para mahasiwa adalah konsumen yang menggunakan produk sepeda motor mio.
4.2 Hasil Penelitian dan Analisis Pembahasan
4.2.1 Analisis Validitas dan Realibilitas

4.2.1 Hasil Analisis Validitas dan Realibilitas Kuesioner untuk Variabel Harga.
Analisis uji validitas digunakan untuk mengukur derajat ketepatan dalam penelitian tentang isi atau arti sebenarnya yang di ukur. Uji validitas dalam penelitian akan dilakukan dengan menghitung koefisien korelasi antar subjek pada item pertanyaan dengan skor test yang diperoleh dari hasil kuesioner, yaitu dengan mencari nilai koefisien kerelasi (r) dari masing-masing pertanyan dan dibandingkan dengan nilai kritik tabel korelasi r. Bila r hitung > r tabel, maka pertanyaan/variabel tersebut adalah signifikan. Hal ini berarti bahwa pertanyaan-pertanyaan memiliki validitas konstrak, yaitu memiliki konsistensial internal yang berarti bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut mengukur aspek yang sama.
Analisis uji realibilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat, ukur, apakah alat pengukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang. Ada beberapa metode pengujian reliabilitas di antaranya metode test ulang, formula belah dua dari Spearman-Brown, formula Rulon, formula Flanagan, Cronbach’s Alpha, metode formula KR-20, KR-21, dan metode Anova Hoyt. Dalam program SPSS akan dibahas untuk uji yang sering digunakan penelitian mahasiswa adalah dengan menggunakan metode Alpha (Cronbach’s). Metode Alpha sangat cocok digunakan pada skor berbentuk skala (misal 1-4, 1-5) atau skor rentang (misal 0-20, 0-50). Metode Alpha dapat juga digunakan pada skor dikotomi (0 dan 1) dan akan menghasilkan perhitungan yang setara dengan menggunakan metode KR-20 dan Anova Hoyt

4.2.1.1 Hasil Analisis Validitas dan Realibilitas Kuesioner untuk
variabel Harga.
Untuk melihat apakah harga yang dipertimbangkan oleh konsumen, dalam pembelian diajukan 3 pertanyaan. Hasil uji validitas pertanyaan tersebut disajikan pada tabel 4.1 di bawah ini :

Tabel 4.1
Item-Total Statistics

Item-Total Statistics
Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted
P1 7.0000 1.263 .476 .675
P2 6.9500 1.103 .624 .477
P3 7.0500 1.418 .479 .668

Sumber : data diolah SPSS

Dari tabel diatas diketahui nilai Corrected Item-Total Correlation untuk pertanyaan 1,2,3,4 memililki nilai > dari nilai korelasi tabel 0,361, sehingga 4 butir pertanyaan tersebut yang telah diujikan adalah valid. Tersebut dapat digunakan untuk mengukur variabel harga..

Tabel 4.2
Realibility statistic

Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.705 3

Sumber : data diolah SPSS

Dari test reliabilitas diatas didapat nilai Cronbach alpha sebesar 0,829. sedangkan nilai r kritis (uji 2 sisi ) pada signifikansi 0.05 dengan jumlah data (n) =20 didapat sebesar 0,361, maka dapat disimpulkan bahwa butir-butir instrument penelitian tersebut adalah reliable.





4.2.1.2 Hasil Analisis Validitas dan Reliabilitas kuesioner untuk
Variabel Merk.
Untuk melihat apakah merk yang dipertimbangkan oleh konsumen, dalam pembelian diajukan 4 pertanyaan. Hasil uji validitas pertanyaan tersebut disajikan pada table 4.2 di bawah ini :

Tabel 4.2
Item-Total Statistics

Item-Total Statistics
Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted
p1 10.2500 3.355 .507 .847
p2 10.1500 2.766 .805 .714
p3 10.1500 2.450 .862 .677
p4 10.4000 3.516 .483 .853

Sumber : data diolah SPSS

Dari tabel diatas diketahui nilai Corrected Item-Total Correlation untuk pertanyaan 1,2,3 memililki nilai > dari nilai korelasi tabel 0,361, sehingga 4 butir pertanyaan tersebut yang telah diujikan adalah valid. Tersebut dapat digunakan untuk mengukur variabel Merk.

Dari test reliabilitas diatas didapat nilai Cronbach alpha sebesar 0,829. Yang lebih besar dari 0,444. Karena lebih dari 0,361, maka dapat disimpulkan bahwa butir-butir instrument penelitian tersebut adalah reliable


4.2.1.3 Hasil Analisis Validitas dan Realibilitas Kuesioner untuk
variabel Kualitas.
Untuk melihat apakah kualitas yang dipertimbangkan oleh konsumen, dalam pembelian diajukan 5 pertanyaan. Hasil uji validitas pertanyaan tersebut disajikan pada tabel 4.3 di bawah ini :

Tabel 4.3
Item-Total Statistics

Item-Total Statistics
Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted
p1 15.3000 4.011 .722 .793
p2 15.3000 3.800 .826 .763
p3 15.4000 3.726 .661 .815
p4 15.1500 5.082 .584 .840
p5 15.6500 4.239 .553 .841

Sumber : data diolah SPSS

Dari tabel diatas diketahui nilai Corrected Item-Total Correlation untuk pertanyaan 1,2,3,4,5 memililki nilai > dari nilai korelasi tabel 0,361 , sehingga 5 butir pertanyaan tersebut yang telah diujikan adalah valid. Tersebut dapat digunakan untuk mengukur variabel kualitas .

Dari test reliabilitas diatas didapat nilai Cronbach alpha sebesar 0,844. Yang lebih besar dari 0,6. Karena lebih dari 0,6, maka dapat disimpulkan bahwa butir-butir instrument penelitian tersebut adalah reliable.

4.2.2 Analisis deskriptif
a) Karakteristik Responden
Setelah mendapat data yang dibutuhkan maka penulis akan manggambarkan hasil penelitiannya yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada 60 responden pembelian sepeda motor Yamaha mio, untuk mengetahui apakah atribut harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian. sepeda motor Yamaha Mio..

b) Jenis Kelamin (Gender)
Adapun pemilihan karakter pada penelitian ini adalah jenis kelamin dan usia karakteristik responden setelah dilakukan penelitian yang dipilih secara acak adalah laki-laki 60% dan perempuan 40% dengan rata-rata usia responden berkisar antara lain: kurang dari 19 tahun adalah 15 responden (25%), antara 19-25 tahun adalah 40 responden (67%), dan lebih dari 25 tahun adalah 5 responden (8%).
Gambar 4.2
Pembagian Jenis Kelamin, Usia dan Umur dalam Pie Chart
Gender dan Umur


c) Pendapatan
Berdasarkan status pekerjaan didapatkan presentase seperti tampak pada Grafik 4.3 berikut ini:
Pendapatan Jumlah Persentase
Rp, 1.5-2 Juta 15 35%
Rp, 2-5 Juta 5 5%
> Rp, 5 Juta 0 0%
Sumber : Data Primer yang diolah, 2010

Dari tabel 4.3 diketahui kebanyakan pengguna Yamaha Mio berpenghasilan dibawah Rp 1.5 juta sebanyak 40, hal ini karena kebanyakan pengguna mio masih berstatus karyawan. Responden dengan pendapatan Rp 1.5-2 juta sebanyak 15 orang. Responden berpenghasilan Rp 2-5 juta sebanyak 5 orang, dan yang berpenghasilan lebih dari Rp 10 juta tidak ada.

d) Pekerjaan

Berdasarkan status pekerjaan didapatkan presentase seperti tampak pada Grafik 4.1 berikut ini:

Tabel 4.4
Status Pekerjaan

Pekerjaan Jumlah Persentase
PNS 10 10%
Wiraswasta 15 15%
Karyawan 35 75%
Tidak bekerja 0 0%
Sumber : Data Primer yang diolah, 2010

Pada Tabel 4.2, menunjukkan bahwa dari 60 responden mayoritas pengguna Yamaha mio adalah wiraswasta yaitu sejumlah 35 orang. PNS sebesar 15 orang. Karyawan sebanyak 10 orang.

4.3.3 Analisis Regresi Linear Berganda
a. Analisis Korelasi Ganda (R)
Analisis ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua atau lebih variabel independen (X1, X2, ….Xn) terhadap variabel dependen (Y) secara serentak. Koefisien ini menunjukkan seberapa besar hubungan yang terjadi antara variabel independen (X1,X2,…Xn) secara serentak terhadap variabel dependen (Y) : Nilai R berkisar antara 0 sampai 1, nilai semakin mendekati 1 berarti hubungan semakin kuat, sebaliknya nilai semakin mandekati 0 maka hubungan yang terjadi semakin lemah.

Menurut Sugiyono (2007) pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi sebagai berikut :
0,00 – 0,199 = sangat tidak kuat
0,20 – 0,399 = tidak kuat
0,40 – 0,599 = sedang
0,60 – 0,799 = kuat
0,80 – 1,000 = sangat kuat

Dari hasil analisis regresi, lihat pada tabel output moddel summary dan disajikan berikut :

Tabel 4.5
Koefisien Korelasi Berganda
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .634a .402 .370 .37682
a. Predictors: (Constant), X3, X1, X2
b. Dependent Variable: Y

Berdasarkan Tabel diatas diperoleh angka R sebesar 0,634. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang kuat antara atribut harga, atribut merk, dan ciri keistimewaan/kualitas secara bersama-sama tetap hubungan ini berarah positif terhadap pembelian sepeda motor Yamaha Mio. Artinya jika pembelian naik, atribut harga, atribut merk, dan kualitas tentu naik.

b. Analisis Determinasi (R²)
Analisis determinasi dalam regresi linier berganda digunakan mengetahui persentase sumbangan pengaruh variabel independen (X1,X2,…Xn) secara serentak terhadap variabel dependen (Y). Koefisien ini menunjukkan seberapa besar persentase variasi variabel independen terhadap variabel dependen. R² sama dengan 0,402 atau 40,2%, maka ada persentase sumbangan pengaruh yang diberikan variabel independen yang digunakan dalam model tidak menjelaskan sedikitpun variasi variabel dependen.

Berdasarkan table 4.5 diatas diperoleh angka R² (R Square) sebesar 0,402 atau 40,2%. Hal ini menunjukkan bahwa persentase sumbangan pengaruh variabel independen (atribut harga, atribut merk, dan ciri keistimewaan/kualitas) terhadap variabel dependen (pembelian) sebesar 40,2% variasi variabel (pembelian). Sedangkan sisanya sebesar 59,8% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang dimasukkan dalam model penelitian ini.

Adjusted R square adalah nilai R square yang telah disesuaikan, nilai ini selalu lebih kecil dari R Square dan angka ini bisa memiliki pembelian negatif.

c. Uji Koefisien Regresi secara Parsial (Uji t)
Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel independent (X1, X2,….Xn) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y). Hasil perhitungan regresi dengan SPSS terlihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.6
Coefficientsª


Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 1.341 .492 2.727 .009
X1 .274 .106 .351 2.584 .012
X2 -.284 .141 -.302 -2.011 .049
X3 .705 .123 .682 5.720 .000
a. Dependent Variable: Y

Sumber : Data Diolah SPSS

Dari tabel diatas diperoleh regresi sebagai berikut :

Y = 1,341 + 0,274(atribut harga) - 0,284(Atribut Merk) + 0,705 (Atribut Kualitas) persamaan tersebut berarti Konstanta a = 1,341 Apabila variabel atribut harga, atribut merk, dan atribut kualitas/ciri keistimewaan diasumsikan konstan atau 0, maka pembentukan pembelian sudah ada sebesar sebesar 1,314 sedangkan Atribut Harga memiliki koefisien regresi sebesar 0,274 dan signifikan pada α=5%, dan besarnya t hitung sebesar 2,584, karena signifikan (0.025) hasil diperoleh untuk t table 2.003 maka, Ho ditolak secara parsial ada pengaruh dari atribut harga terhadap pembelian.
Pada variabel Atribut Merk memiliki koefisisen regresi sebesar – 0,284 dan signifikan pada α=5%, dan besarnya t hitung sebesar – 2,011, karena signifikan (0.025) hasil diperoleh untuk t table - 2.003 maka, Ho ditolak secara parsial ada pengaruh dari atribut merk terhadap pembelian.
Pada variabel atribut kualitas memiliki koefisisen regresi sebesar 0,705 dan signifikan pada α=5%, dan besarnya t hitung sebesar 5,720, karena signifikan (0.025) hasil diperoleh untuk t table 2,003 maka, Ho ditolak secara parsial ada pengaruh dari atribut kualitas terhadap pembelian.


























BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari kuesioner yang disebarkan kepada 60 orang responden terhadap pembelian, yang kemudian dihitung dengan menggunakan analisis regresi linear berganda, didapat hasil bahwa hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen secara parsial, dengan hasil perolehan ( 2,584<2,003 ), maka atribut harga ( X1 ) ada pengaruh signifikan terhadap dependen pembelian ( Y ).untuk variabel merk ( X2 ) hasil diperoleh ( - 2,001< - 2,003 ), maka atribut merk (X2) ada pengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen pembelian (Y). Dan untuk atribut kualitas ( X3 ) hasil perolehan ( 5,720<2,003 ), maka atribut kualitas (X3) ada pengaruh signifikan terhadap dependen pembelian (Y).

Sementara hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen secara simultan diketahui bahwa kedua subvariabel independen mempengaruhi variabel dependen dan mempunyai sifat hubungan yang kuat dan signifikan.

5.2 Saran

Dilihat dari analisis atribut terhadap keputusan pembelian sepeda motor yamaha mio, penelitian ini menyarankan agar produsen atau pembeli uang dilakukan konsumen,agar tidak melupakan dari segi pelayanan dan kualitas agar tetap terjaga mutu yang dimiliki agar konsumen tidak berpindah ke produk lain dan mau membeli produk ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar