BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Perkembangan dunia usaha yang dinamis dan penuh persaingan menuntut perusahaan untuk melakukan perubahan orientasi terhadap cara mereka melayani konsumennya, menangani pesaing, dan mengeluarkan produk. Persaingan yang ketat menuntut perusahaan untuk semakin inovatif dalam mengeluarkan produk yang sekiranya disukai konsumen. Tanpa inovasi, produk suatu perusahaan bisa tenggelam dalam persaingan dengan produk-produk lain yang semakin memenuhi pasar. Di lain pihak konsumen juga semakin kritis terhadap apa yang mereka terima dan harapkan dari sebuah produk. Jika ternyata tidak sesuai dengan harapan pelanggan, perusahaan tidak hanya akan kehilangan kepercayaan pelanggan tetapi juga berpotensi akan kehilangan pelanggan potensial. Pelanggan yang puas akan terus melakukan pembelian; pelanggan yang tidak puas akan menghentikan pembelian produk bersangkutan dan kemungkinan akan menyebarkan berita tersebut pada orang lain (Setiadi, 2003, p.16). Untuk memenuhi kebutuhan, keinginan, dan permintaan pasar maka perusahaan juga harus mempelajari perilaku konsumennya.
Seperti kita ketahui,akibat krisis global memang berdampak cukup dahsyat. Banyak perusahaan besar otomotif mengalami kepailitan.tak sedikit pula yang bisnisnya menurun seperti diantaranya diakui oleh Honda Motors. Produsen terbesar di dunia itu mengaku penjualannya akan menurun 15 persen tahun ini.(kompas,18 oktober 2009).
Memahami konsumen adalah elemen penting dalam pengembangan strategi pemasaran (Peter et al, 1999, p.10). American Marketing Association mendefinisikanperilaku konsumen sebagai ³interaksi dinamis antara pengaruh dan kognisi, perilaku, dan kejadian di sekitar kita di mana manusia melakukan aspek pertukaran dalam hidup mereka´. Perilaku konsumen memberikan informasi mengenai berbagai fakta tentang perilaku berbelanja (Setiadi, 2003, p.8), misalnya dalam membeli suatu produk para konsumen memiliki berbagai sikap yang berbeda-beda dalam memandang berbagai atribut yang dianggap relevan dan penting (Kotler, 2005, p.226) . Mereka akan memberikan perhatian lebih besar pada atribut yang memberikan manfaat yang dicarinya. Atribut-atribut ini kemudian akan berperan dalam evaluasi keputusan pembelian. Atribut produk juga memberikan positioning yang jelas terhadap suatu produk. Chandra (1999, p.123) meneliti apakah atribut produk berpengaruh terhadap strategi positioning pemasaran real estate di Surabaya, hasil penelitiannya menunjukkan bahwa atribut produk merupakan salah satu faktor utama dalam strategi positioning produk.
Proses pengambilan keputusan dibagi kedalam tiga jenis yaitu pengambilan keputusan yang luas, pengambilan keputusan yang terbatas, dan pengambilan keputusan yang bersifat kebiasaan. Proses pengambilan keputusan yang luas terjadi untuk kepentingan khusus bagi konsumen atau untuk pengambilan keputusan yang membutuhkan tingkat keterlibatan yang tinggi, misalnya pembelian produk-produk mahal, mengandung nilai prestis, dan dipergunakan untuk waktu yang lama (Fandi Tjiptono, 1997, p 21), salah satunya adalah keputusan pembelian motor.
Industri sepeda motor merupakan industri yang sedang tumbuh pesat di Indonesia belakangan ini. Besarnya minat masyarakat Indonesia untuk memiliki kendaraan roda dua dipengaruhi banyak faktor. Menurut Ketua AISI, Ridwan Gunawan, semua itu dipicu oleh kebutuhan akan alat transportasi pribadi yang cukup tinggi. Ini sebagai dampak masih belum memadainya sarana transportasi umum di Indonesia. Selain itu, sepeda motor adalah kendaraan yang sesuai dengan karakteristik masyarakat. Dilihat dari harganya, sepeda motor jauh lebih murah dan terjangkau masyarakat Indonesia dibandingkan kendaraan roda empat, harganya relatif tidak beranjak naik. Komponen sepeda motor yang lebih dari 90% dibuat lokal, membuatnya sangat fleksibel terhadap perubahan harga. Kenaikan harga minyak bumi juga tidak mempengaruhi penjualan motor karena membuat masyarakat mencari sarana transportasi yang berharga terjangkau dan efisien bahan bakar (Media Motor, 2008). Kondisi ini ditunjang dengan cara kepemilikan sepeda motor yang semakin mudah. Dengan uang muka di bawah Rp 1.000.000, masyarakat pun sudah bisa memiliki sepeda motor. Kemudian cicilan yang bisa diangsur sampai 48 bulan membuat kepemilikan sepeda motor semakin tinggi di Indonesia.
Rasio kepemilikan sepeda motor dibandingkan mobil bisa diungkap dengan melihat data Asean Region Road Safety Strategy and Action Plan, seperti tercantum dalam situs ADB (Asian Development Bank) cukup tinggi. Indonesia berada pada posisi ketiga dengan angka 75,2% setelah Vietnam dan Laos. Vietnam yang dijuluki negara sepeda motor memiliki angka rasio sangat tinggi yaitu sebesar 94,4% diikuti Laos dengan angka 80%. Indonesia mengalahkan Malaysia, Singapura, dan Thailand soal kepemilikan sepeda motor ini. Bahkan Indonesia sudah menjadi negara ketiga terbesar dalam pasar sepeda motor dunia, setelah Cina menjual 12 juta unit dan India sekitar 5 juta unit (pikiran-rakyat.com, 2004).
Dari seluruh penjualan motor di Indonesia dapat diketahui penjualan motor nasional didominasi oleh pabrik motor dari Jepang. Pada dasarnya pangsa pasar utama masih dikuasai oleh 4 perusahaan motor yaitu Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki. Dalam beberapa tahun Honda dapat mempertahankan keunggulannya namun pesaing seperti Yamaha mampu mengejar selisih penjualan per unit-nya dari Honda.
Dilihat dari jenis-nya pasar sepeda motor Indonesia terbagi menjadi 3 yaitu, motor matik, cub, dan sport. Namun yang paling dominan penjualannya adalah motor cub, salah satu faktornya karena motor cub lebih mudah dikendarai dan cocok digunakan oleh siapa saja. Pabrikan motor yang tergabung dalam AISI (Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, Kymco, dan Piaggio) memproduksi ketiga jenis motor tersebut, kecuali Kymco dan Piaggio yang lebih fokus ke pasar motor skutik atau skuter. Sementara pabrikan pendatang baru dari India yaitu Bajaj konsisten hanya pada pasar motor sport.
Data Penjualan Motor Terlaris Sepanjang Tahun 2009
Merek/Tipe Penjualan (unit) Pangsa pasar (%)
Yamaha Mio CW 386.946 12,4
Honda Revo Absolute 110 cc 287.876 9,2
Yamaha Vega ZR DB 115 cc 244.661 7,85
Yamaha Jupiter-Z CW 227.261 7,29
Honda Supra 125 XTR 219.957 7,06
Gambar 1.1
Pangsa Pasar Sepeda Motor Menurut Jenisnya ( kompas, 2009)
Di 2009, krisis moneter global sempat berdampak pada pasar sepeda motor Indonesia. Berdasarkan catatan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata, tingkat permintaan sepeda motor di Indonesia 2009 turun 6%, yakni dari 6,22 juta unit menjadi 5,85jutaunit. Namun demikian, Yamaha justru tetap berhasill menaikkan penjualan menjadi 2,65 juta unit atau naik 7,5% dibanding tahun sebelumnya. "Dari jumlah itu, kontribusi penjualan Yamaha Mio mencapai 46,4% atau sebesar 1,23 jutaunit,".
Menurut gunadi, penjualan terbaik sepdea motor pada tahun ni akan terjadi pada semester dua. Saat itu bertepatan dengan momentum hari Raya Lebaran yang menjadi masa depan panen industri sepeda motor nasional. Kontribusi penjualan di semester kedua akan mencapai 55%, sementara di semester satu sebesar 45%," ujarnya.
Gunadi mengatakan, untuk mencapai target itu, perseroan akan mempertahankan kinerja pelayanan dan strategi promosi. Selain itu, optimisme perseroan tak lepas dari kondisi pasar sepeda motor nasional yang masih dapat terus tumbuh. "Hal itu terkait dari penguatan daya beli dan penurunan suku bunga," ujarnya. Selain itu, segmen penghasilan masyarakat Indonesia yang berkategori potensial sebagai konsumen sepeda motor masih sangat besar. "Penjualan Yamaha Mio tahun lalu yang mencapai 1,23 juta unit bahkan masih tercatat inden karena kapasitas produksi tidak mencukupi permintaan,". menurutnya, kurun 2004-2009 tingkat penjualan Yamaha Mio memang selalu melonjak signifikan. Tingkat pertumbuhan rata-rata per tahunnya mencapai 98,1%.
Pada periode itu, data AISI yang dipublikasikan YMKI dalam kesempatan itu mengungkapkan, tingkat penjualannya berturut-turut sebesar 48,82 ribu unit, 151,56 ribu unit, 261,07 ribu unit, 497,89 ribu unit, 897,03 ribu unit, dan 1,23 juta unit.
Adapun periode Januari 2010, Yamaha Mio terjual sebanyak 118,8 ribu unit. Dengan demikian, total penjualan Yamaha Mio sejak 2003 sampai Januari 2010 mencapai 3,21 juta unit. "Dalam tiga tahun terakhir, belum ada sepeda motor matic lain yang mampu mengungguli penjualan Yamaha Mio," .
Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Yamaha di Indonesia PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) tahun ini menaikkan target penjualan Yamaha Mio sebesar 15% dibanding penjualan tahun lalu yang sebesar 1,23 juta unit.
"Optimisme itu akan tercapai selama pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini bisa dipertahankan pada angka 5,5-6%," ujar Presiden Direktur PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) Dyonisius Beti sebelum malam apresiasi Rekor Bisnis 2009 yang digelar Tera Foundation dan Harian Seputar Indonesia di Jakarta, Rabu (24/2) malam.
Dengan berbagai varian produk baru yang diluncurkan dan promosi yang gencar,Suzuki tetap tidak mampu menaikkanmarket share-nya selama ini. Mengacu data wholesales Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Januari-Juli 2009, tanpa melihat golongan, Yamaha Mio casting wheel (CW) menjadi yang terlaris di pasar motor nasional. Selama delapan bulan sudah terjual 386.946 unit dengan pangsa 12,4 persen. Di tempat kedua, Honda Revo Absolute 110 cc dengan total penjualan 287.876 unit (9,2 persen), selanjutnya Yamaha Vega ZR DB 115 cc 244.661 unit (7,85 persen), Yamaha Jupiter-Z CW 227.261 unit (7,29 persen), dan Honda Supra 125 XTR 219.957 unit (7,06 persen) dan sisanya merupakan “jatah: motor tipe lainya termasuk didalamnya V-Ixion, Blade hingga Ninja 250R.
Secara Keseluruhan “Akhirnya” Yamaha berhasil mengungguli Honda
Sejak tahun 2006 hingga 2008 penjualan yamaha semakin mendekati Honda. Meski pada penghitungan total Akhir tahun Yamaha-YMKI selalu kalah dari Honda tetapi Yamaha terus menempel ketat Honda-AHM. Hal ini tidak terjadi pada tahun ini. Layaknya duet Rossi-Lorenzo di motoGP penjualan Yamaha terus merangsek hingga akhirnya mampu mengalahkan Honda secara keseluruhan. Termasuk diantaranya merupakan sumbangan dari V-Ixion dengan angka penjualan 103.555 unit. Meski perbedaan data penjualan bisa dijadikan alibi tetapi jelas terbukti konsumen di indonesia semakin cerdas untuk memilih pabrikan mana yang cuma mengandalkan nama besar, mana yang mengandalkan inovasi-teknologi. Tidak heran AHM kini merilis Vario CBS Techno yang superior untuk menhentikan penjualan Yamaha Mio(kompas, 2009).
Dari berbagai macam produk yang dikeluarkan, Yamaha MIo merupakan produk andalan Yamaha Motor. Untuk tahun 2009 12,4% dari seluruh tipe yang terjual ditopang oleh penjualan Yamaha Mio. Karena dominannya penjualan Yamaha Mio maka penelitian ini memfokuskan pada keputusan pembelian Yamaha Mio.
Penelitian ini akan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian, terutama keputusan pembelian motor Yamaha Mio. Penelitian ini berjudul ‘ANALISIS PENGARUH ATRIBUT PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MOTOR YAMAHA MIO’.
1.2 Rumusan Masalah
PT. YMKI (Yamaha Motor Kencana Indonesia) selaku agen tunggal pemegang merek Yamaha cukup responsif dalam memahami keinginan konsumen yang berbeda- beda dengan memproduksi motor di semua segmen. Dari latar belakang masalah, perumusan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah atribut Harga produk berpegaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Yamaha Mio pada mahasiswa Gunadarma wilayah Depok?
2. Apakah atribut merk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Yamaha Mio pada mahasiswa Gunadarma wilayah Depok?
3. Apakah atribut Kualitas berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Yamaha Mio pada mahasiswa Gunadarma wilayah Depok?
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. ANALISIS PENGARUH ATRIBUT PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MOTOR SUZUKI SMASH DI KOTA DEPOK
1.3 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan berguna sebagai masukan kepada PT. YMKI (Yamaha Motor Kencana Indonesia) selaku ATPM Yamaha. mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan pembelian motor Yamaha .
Bagi kalangan akademik diharapkan penelitian ini bisa menambah referensi akademis terutama mengenai atribut-aribut apa yang mempengaruhi keputusan pembelian motor.
1.4 Metode Penelitian
Dalam melakukan penelitian ini, penulis akan menjelaskan dan menguraikan metode penelitian yang akan digunakan.
1.4.1. Subjek dan Objek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang tinggal di kota Depok. Objek yang akan dijadikan penelitian adalah mahasiswa kota Depok yang memakai Produk Yamaha Mio.
1.4.2. Data atau Variabel
Dalam penelitian ini penulis akan mengambil sampel konsumen/pelanggan yang menggunakan Produk Yamaha Mio sebanyak 60 orang.
1.4.3. Metode Pengumpulan Data/Variabel
Metode pengumpulan data yang akan dipakai dalam penelitian ini adalah data primer yang dapat dilakukan dengan cara membagikan kuesioner ke setiap responden terpilih.
Teknik pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik Nonprobability Sampling dengan alasan :
1. Jumlah populasi yang tidak diketahui dengan pasti.
2. Teknik ini mudah untuk dikerjakan kapan saja dan dimana saja.
3. Efisien dalam hal waktu dan biaya.
1.4.4. Hipotesis
Berdasarkan tujuan penelitian serta kajian pustaka yang telah diuraikan, maka dapat dirumuskan hipotesis yang akan diuji kebenarannya sebagai berikut:
1. Diduga bahwa atribut-atribut yaitu harga, merk dan kualitas berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor yamaha mio.
2. Diduga faktor harga dan merk yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian Produk Herbal Mengkudu.
3. Diduga terdapat perbedaan atribut produk (harga, merk dan kualitas) terhadap keputusan pembelian sepeda motor yamaha mio.
1.4.5. Alat Analisis Yang Digunakan
Alat analisis yang akan digunakan dalam penelitian ini terdiri dari alat analisis deskriptif dan kuantitatif. Untuk analisis deskriptif, yaitu menggambarkan keadaan umum dari responden atau konsumen produk Yamaha yang terambil sebagai sampel. Sedangkan analisis kuantitatif terdiri dari regresi linier berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Seluruh penghitungan pada analisis data dibantu dengan program komputer SPSS.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 LandasanTeori dan PenelitianTerdahulu
2.1.1 Keputusan Pembelian
Pengambilan keputusan konsumen adalah proses pengintegrasian yang mengkombinasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif dan memilih salah satu diantaranya (Olson, 1996, p.162). Dalam proses dari pengambilan keputusan pembelian, konsumen dihadapkan dengan berbagai pilihan alternatif, berbagai macam pertimbangan baik yang berasal dari dalam maupun dari luar konsumen sebelum menentukan pilihan konsumen. Dengan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian, perusahaan dapat menentukan strategi pemasaran yang tepat.
2.1.1.1 Peran Pembelian
Peran pembelian (Kotler, 2005, p.220) ada lima. Pertama adalah pencetus yaitu orang yang pertama kali mengusulkan gagasan untuk membeli produk atau jasa. Pemberi pengaruh yaitu orang yang pandangan atau sarannya mempengaruhi keputusan. Pengambil keputusan yaitu orang yang mengambil keputusan mengenai setiap komponen keputusan pembelian. Pembeli adalah orang yang melakukan pembelian sesungguhnya. Pemakai adalah seseorang yang mengkonsumsi atau menggunakan produk dan jasa tertentu. Dalam peran pembelian satu orang terkadang menjalankan lebih dari 1 peran sekaligus.
2.1.1.2 Perilaku Pembelian
Henry Assael (dikutip oleh Kotler, 2005, p.221) membedakan empat jenis perilaku pembelian konsumen berdasarkan tingkat keterlibatan pembeli dan tingkat perbedaan antar merek. Pertama adalah perilaku pembelian yang rumit, konsumen terlibat dalam perilaku pembelian yang rumit bila mereka sangat terlibat dalam pembelian dan sadar akan adanya perbedaan yang besar antar merek. Perilaku ini lazim terjadi bila produknya mahal, jarang dibeli, beresiko, dan sangat mengekspresikan diri.
Perilaku pembelian pengurang ketidaknyamanan, konsumen sangat terlibat dalam pembelian namun melihat sedikit perbedaan antar merek. Jika konsumen menemukan perbedaan kecil maka konsumen akan memilih berdasarkan harga dan kenyamanan. Perilaku pembelian karena kebiasaan, produk dibeli dalam keadaan keterlibatan konsumen yang rendah dan tidak ada perbedaan antar merek yang signifikan. Perilaku pembelian mencari variasi, Keterlibatan konsumen rendah tetapi perbedaan antar merek signifikan, dalam situasi ini konsumen sering melakukan perpindahan merek.
2.1.1.3 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pembelian
A. Faktor Kebudayaan
Kebudayaan merupakan faktor penentu yang paling dasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Setiap orang mendapatkan seperangkat nilai, persepsi, preferensi dan perilaku melalui suatu proses sosialisasi yang melibatkan keluarga dan lembaga-lembaga sosial penting lainnya. Setiap kebudayaan terdiri dari sub-budaya ± sub-budaya yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik untuk para anggotanya. Sub budaya dapat dibedakan menjadi empat jenis yaitu : Kelompok Nasionalisme, Kelompok Keagamaan, Ras, dan Area Geografis. Kelas-kelas sosial adalah kelompok-kelompok yang relatif homogen dan bertahan lama dalam suatu masyarakat, yang tersusun secara hierarkhi dan keanggotaannya mempunyai nilai, minat, dan perilaku yang serupa.
B. Faktor Sosial
Kelompok Referensi terdiri dari seluruh kelompok yang mempunyai pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap sikap atau perilaku seseorang. Kelompok tersebut antara lain a) Kelompok primer yaitu yang memiliki tingkat interaksi yang berkesinambungan b) Kelompok sekunder yang memiliki tingkat interaksi kurang bersinambungan dan cenderung resmi c) Kelompok aspirasi yaitu kelompok yang seseorang ingin menjadi anggotanya d) Kelompok diasosiatif yaitu kelompok yang nilai atau perilakunya tidak disukai oleh individu. Dalam kehidupan pembeli ada dua keluarga yaitu a) Keluarga orientasi yaitu orang tua seseorang b) Keluarga prokreasi yaitu pasangan-pasangan hidup anak-anak seseorang keluarga merupakan organisasi pembeli dan konsumen yang paling penting dalam suatu masyarakat. Seseorang umumnya berpartisipasi dalam kelompok selama hidupnya, posisi seseorang dalam setiap kelompok dapat diidentifikasikan dalam peran dan status.
C. Faktor Pribadi
Umur dan tahapan dalam siklus hidup, orang-orang dewasa biasanya mengalami perubahan atau transformasi tertentu pada saat mereka menjalani hidupnya. Pekerjaan, Para pemasar berusaha mengidentifikasi kelompok-kelompok pekerja yang memiliki minat di atas rata-rata terhadap produk dan jasa tertentu. Keadaan ekonomi, terdiri dari pendapatan yang dapat dibelanjakan , tabungan dan hartanya, kemampuan untuk meminjam dan sikap terhadap mengeluarkan lawan menabung. Gaya hidup, adalah pola hidup di dunia yang diekspresikan oleh kegiatan dan minat dan pendapat seseorang. Kepribadian adalah karakteristik psikologi yang berbeda dari setiap orang yang memandang responnya terhadap lingkungan yang relatif konstan.
D. Faktor-faktor Psikologis
Motivasi adalah kebutuhan yang cukup mendorong seseorang untuk bertindak, suatu kebutuhan akan menjadi motif jika ia didorong hingga ia mencapai tingkat intensitas yang memadai. Persepsi adalah proses bagaimana seorang individu memilih, mengorganisasi dan menginterprestasi masukan ± masukan informasi untuk menciptakan gambaran dunia yang memiliki arti. Pengetahuan, Teori pembelajaran mengajarkan pemasar bahwa mereka dapat membangun permintaan atas sebuah prodak dengan mengaitkannya dengan dorongan yang kuat, menggunakan petunjuk yang memberikan motivasi dan memberikan penguatan positif. Keyakinan dan sikap, keyakinan adalah pemikiran deskriptif yang dianut seseorang tentang suatu hal, sikap adalah evaluasi, perasaan emosional, dan kecenderungan tindakan yang menguntungkan dan bertahan lama dari seseorang terhadap beberapa obyek atau gagasan.
2.1.1.4 Tahap-tahapproses pengambilan keputusan. pembelian meliputi :
Gambar 2.1
Proses Pengambilan Keputusan
Gambar 1 Model Proses keputusan pembelian
Sumber : Kotler, 2005, p.224
Proses Pembelian dimulai dengan pengenalan masalah atau kebutuhan yang dihadapi oleh seseorang, kebutuhan tersebut dapat disebabkan rangsangan internal maupun eksternal. Jika suatu kebutuhan diketahui, maka konsumen akan memahami adanya kebutuhan yang segera dipenuhi atau masih ditunda pemenuhannya. Tahap ini adalah proses pembelian mulai dilakukan. Selanjutnya konsumen akan mencari informasi yang relevan dari lingkungan luar untuk memecahkan masalah, atau mengaktifkan pengetahuan dari ingatan. Ada dua level rangsangan, situasi yang lebih ringan dinamakan penguatan perhatian, orang hanya sekedar lebih peka terhadap informasi produk. Level selanjutnya adalah masuk ke pencarian informasi secara aktif. Sumber informasi ini berasal dari pribadi, komersial, publik, dan pengalaman.
Tahap selanjutnya adalah evaluasi alternatif. Konsep pertama dari evaluasi alternatif adalah konsumen berusaha memenuhi kebutuhan, kedua konsumen mencari manfaat tertentu dari suatu produk, ketiga konsumen memandang masing-masing produk sebagai sekumpulan atribut dengan kemampuan berbeda- beda dalam memberikan manfaat yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan itu. Para konsumen memiliki sikap-sikap yang berbeda dalam memandang berbagai atribut yang dianggap relevan dan penting. Pada tahap ini konsumen membentuk preferensi atas merek-merek yang ada di kumpulan pilihan.
Sebelum terjadinya keputusan pembelian terdapat niat pembelian yang muncul diantara keputusan pembelian dan evaluasi alternatif. Dalam melaksanakan niat pembelian, konsumen membuat lima sub keputusan pembelian : Keputusan Merek, keputusan pemasok, keputusan kuantitas, keputusan waktu, dan keputusan metode pembayaran. Niat pembelian tidak selalu mempengaruhi keputusan pembelian karena adanya sikap orang lain dan faktor situasi yang tidak terantisipasi. Sikap orang lain dapat berupa pengaruh dari keluarga, teman, ulasan produk di internet, dan lain-lain. Sedangkan situasi tidak terantisipasi dapat berasal dari faktor-faktor eksternal.
Perilaku pasca pembelian sangat dipengaruhi oleh kepuasan/ketidakpuasan yang dialami pelanggan. Setiap perusahaan ingin memiliki pelanggan yang puas karena pelanggan yang puas memiliki probabilitas lebih tinggi untuk membeli produk lagi. Sedangkan pelanggan yang tidak puas akan merugikan perusahaan karena harus menghadapi komplain atau turunnya kredibilitas merek tersebut dipasaran.
2.1.2 Atribut Produk
Definisi produk menurut Stanton ( 1993, p. 222 ± 223 ), adalah ³Sekumpulan atribut yang nyata dan tidak nyata didalamnya sudah tercakup warna, kemasan, prestise pengecer dan pelayanan dari pabrik, serta pengecer yang mungkin diterima oleh pembeli sebagai suatu yang bisa memuaskan keinginannya.´ Pengertian atribut adalah ciri spesifik atau karakteristik fisik tertentu yang dirancang dalam sebuah produk atau jasa. Pengertian atribut produk adalah ³Unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan´ (Tjiptono, 1997, p.103).
Pemahaman mengenai atribut produk sangat bermanfaat bagi perusahaan karena atribut produk berpengaruh pada proses keputusan pembelian, yakni evaluasi alternatif. Menurut Kotler (2005, p.226) konsep dasar dari evaluasi alternatif salah satunya adalah konsumen memandang masing-masing produk sebagai sekumpulan atribut dengan kemampuan yang berbeda-beda dalam memberikan manfaat yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan. Atribut- 17
atribut produk berbeda antara satu dengan yang lainnya. Konsumen akan memberikan perhatian terbesar pada atribut yang memberikan manfaat yang dicari.
Atribut produk juga memberikan perusahaan alat untuk mendiferensiasikan produknya dari produk pesaing, sehingga perusahaan harus membuat atribut produk yang relevan dengan produknya sendiri. Menurut Tjiptono (2008, p.188) dalam kaitannya dengan strategi positioning, pemasar bukan saja berfokus pada atribut penting, namun lebih pada atribut determinan. Dua dimensi yang mendukung suatu atribut menjadi determinan adalah tingkat kepentingan dan keunikan. Sebuah atribut akan dianggap penting jika atribut tersebut memberikan manfaat (benefit) yang diinginkan pembeli. Namun menurut Carpenter, Glazer, dan Nakamoto (dikutip oleh Kotler, 2005, p.347) mengemukakan bahwa kadang-kadang diferensiasi dapat berhasil dilakukan berdasarkan atribut yang tidak relevan.
Menurut Tjiptono (1997, p.103) atribut-atribut yang ada dalam suatu
produk adalah :
1. Merek
Merupakan nama, istilah, tanda, simbol/lambang, desain, warna, gerak, atau kombinasi atribut-atribut produk lainnya yang diharapkan dapat memberi identifikasi dan diferensiasi terhadap pesaing.
2. Kemasan
Proses yang berkaitan dengan perancangan dan pembuatan wadah atau pembungkus untuk suatu produk.
3. Labelling
Label merupakan bagian dari suatu produk yang menyampaikan informasi mengenai produk atau penjual.
4. Layanan Pelengkap
Layanan tambahan yang diberikan terhadap suatu produk inti
5. Jaminan atau garansi.
Janji yang merupakan kewajiban produsen atas produknya kepada konsumen, dimana para konsumen akan diberi ganti rugi bila produk ternyata tidak berfungsi sebagaimana yang diharapkan atau dijanjikan. Sedangkan menurut Kotler (1994, p. 72) atribut produk meliputi tiga hal yaitu :
1. Kualitas
Memiliki dua pengertian yaitu mampu bekerja sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan dan tingkat kemampuan kerja .
2. Ciri-ciri produk
Ciri produk memberikan keuntungan bagi perusahaan yaitu membedakan diri dengan pesaing. Kekhasan yang dimiliki suatu produk juga membantu dalam mengkomunikasikan keistimewaan produk tersebut terhadap masyarakat.
3. Desain.
Desain merupakan salah satu perwujudan dari ciri-ciri produk. Namun Desain berbeda dengan gaya karena desain memiliki tujuan.
2.1.2.1 Hubungan Atribut ProdukTerhadap Keputusan Pe mbelian.
Atribut produk dengan keputusan pembelian sangat erat kaitannya, karena konsumen sebelum melakukan pembelian menempatkan atribut produk sebagai salah satu pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan pembelian. Namun atribut produk tidak selamanya relevan bagi konsumen, pertama karena perubahan dalam diri konsumen sendiri, dan yang kedua karena perusahaan lain menawarkan atribut produk yang lebih baik. Hal ini menjadikan perusahaan senantiasa memperbaharui atribut-atribut demi keunggulan bersaing produknya.
Randyakso Harwanto (2008) melakukan penelitian mengenai pengaruh atribut produk terhadap keputusan pembelian sepeda motor Yamaha MX. Variabel bebas dalam penelitian tersebut adalah atribut produk yang mencakup kualitas, harga, ciri/keistimewaan, desain, dan pelayanan. Dari hasil penelitian tersebut diketahui atribut produk dengan keinginan membeli Yamaha MX memiliki hubungan searah, yaitu semakin baik atribut produk yang ditawarkan maka semakin tinggi pula keinginan konsumen untuk membeli.
Penelitian mengenai kaitan antara keputusan pembelian dengan atribut produk juga dilakukan oleh Prasetyo Budi Kurniawan (2005) yang meneliti keputusan konsumen untuk membeli Honda Karisma. Atribut-atribut persepsi konsumen diwakili oleh produk, merek, harga, iklan, dan pelayanan purna jual. Dari hasil penelitian tersebut diketahui kelima atribut tersebut mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli Honda Karisma.
2.1.3 Harga
Harga adalah satuan moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa lainnya) yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa (Tjiptono, 1997, p.151). Bagi produsen, harga dapat menjadi strategi dalam penjualan produk, ini karena harga merupakan aspek yang tampak jelas bagi para pembeli. Besar kecilnya harga akan mempengaruhi banyak sedikitnya permintaan dari konsumen, di sisi lain produsen tidak bisa sembarangan menetapkan harga karena konsumen seringkali menghubungkan harga dengan kualitas. Harga yang rendah akan memancing minat konsumen lebih besar namun juga dapat memberikan persepsi kualitas yang kurang bagus. Sebagai contoh adalah produk sepeda motor asal China yang dipasarkan dengan harga murah, namun justru dipandang kurang berkualitas.
Bagi konsumen harga memiliki dua peranan utama dalam proses pengambilan keputusan para pembeli, yaitu peranan alokasi dan peranan informasi.
1. Peranan alokasi dari harga yaitu fungsi harga dalam membantu para pembeli untuk memutuskan cara memperoleh manfaat atau utilitas tertinggi yang diharapkan berdasarkan daya belinya
2. Peranan informasi dari harga yaitu fungsi harga dalam mendidik konsumen mengenai faktor-faktor produk seperti kualitas.
Dalam program penetapan harga ada tiga tipe program yang bisa diterapkan perusahaan (Tjiptono, 2008, p. 481) : 1)Penetapan Harga Penetrasi, Perusahaan menggunakan harga murah sebagai dasar utama untuk menstimulasi pasar. Strategi ini digunakan untuk menembus pasar yang memiliki tingkat persaingan yang tinggi. 2)Penetapan Harga Paritas, Perusahaan menetapkan tingkat harga yang sama atau mendekati tingkat harga pesaing. Pihak perusahaan tidak berfokus pada harga untuk menembus pasar dan lebih mengandalkan program promosi lainnya. 3)Penetapan Harga Premium Perusahaan menetapkan harga diatas tingkat harga pesaing. Penetapan ini dilakukan apabila dalam pasar tersebut tidak ada pesaing langsung.
Menurut Kotler (1994, p.141) dalam penetapan harga akhir ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Pertama Faktor psikologis, konsumen akan membandingkan antara harga dengan kualitas. Bila sejumlah alternatif sumber informasi seperti perbedaan-perbedaan fisik dan citra penjual tersedia, harga akan kehilangan maknanya sebagai indikator mutu. Namun, jika tanda-tanda lain tidak tersedia, harga menjadi petunjuk penting tentang mutu. Kedua Pengaruh unsur-unsur bauran pemasaran lainnya terhadap harga. Ketiga Kebijakan perusahaan dalam harga jual. Keempat Dampak harga terhadap pihak- pihak lain seperti pesaing, pelanggan baru, distributor, dan lain-lain.
Hasil penelitian Prasetyo Budi Kurniawan (2005) mengenai pengaruh atribut-atribut persepsi terhadap keputusan pembelian Honda Karisma. Diketahui bahwa atribut berupa harga terbukti secara positif mempengaruhi keputusan pembelian. Variabel harga merupakan variabel ketiga yang menentukan dalam pembelian Honda Karisma.
Berdasarkan pemikiran tersebut, hipotesis ini disajikan:
H1:Harga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian
2.1.4 Merek
Merek menurut American Marketing Association (dikutip dari Tjiptono, 2008, p.147) adalah ³Nama, tanda, simbol atau desain, atau kombinasi di antaranya, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang dan jasa dari satu penjual atau sekelompok penjual dan membedakannya dari barang dan jasa para pesaingnya´. Merek memiliki beberapa elemen identitas yang bersifatt angibl e (nama merek, simbol, slogan, desain grafis, dan sebagainya) maupuni nt angibl e (nilai simbolis, ikatan khusus, kepribadian, citra diri dan seterusnya).
Merek mempunyai beberapa peran terutama dalam area pemasaran. Menurut Aaker (dikutip oleh Krisjanti, 2007) beberapa diantaranya adalah memberi tanda pada konsumen mengenai sumber produk tersebut dan melindungi konsumen maupun produsen dari para kompetitor yang berusaha memberikan produk-produk yang identik. Kotler (1994, p.81) secara lebih spesifik menjelaskan peran merek terutama dalam aktivitas pemasaran, antara lain nama merek memudahkan penjual untuk mengolah pesanan dan menekan permasalahan. Nama merek dan tanda dagang akan secara hukum melindungi penjual dari pemalsuan ciri-ciri produk. Merek memberi penjual peluang kesetiaan konsumen pada produk. Merek dapat membantu penjual dalam mengelompokkan pasar dalam segmen-segmen. Citra perusahaan juga dapat dibina dengan adanya merek yang baik.
Untuk mempertahankan keunggulan merek-nya maka perusahaan harus
menciptakan loyalitas konsumen terhadap mereknya. Menurut Reichfield (dikutip
oleh Fajrianti, 2005) keuntungan yang diperoleh oleh suatu merek yang memiliki
pelanggan yang loyal adalah :
1. Dapat mempertahankan harga secara optimal
2. Memiliki posisi tawar menawar yang kuat dalam saluran distribusi
3. Mengurangi biaya penjualan
4. Memiliki penghalang yang kuat terhadap terhadap produk-produk baru yang memiliki potensi yang besar untuk masuk dalam kategori produk atau layanan yang dimiliki oleh merek tersebut .
5.Keuntungan sinergis yang diperoleh daribrand extension yang berhubungan dengan kategori produk atau pelayanan dari merek tersebut. Hasil penelitian Prasetyo Budi Kurniawan (2005) mengenai atribut-atribut persepsi yang mempengaruhi keputusan konsumen pada Honda Karisma menunjukkan dari 5 atribut produk yaitu produk, merek, harga, iklan, dan pelayanan purna jual berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Variabel merek merupakan variabel kedua yang memiliki pengaruh kuat pada keputusan pembelian Honda Karisma.
Berdasarkan pemikiran tersebut, hipotesis berikut disajikan:
H2:Merek memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian.
2.1.5 Kualitas
Kualitas secara singkat pengertiannya adalah kemampuan atau kehandalan suatu produk untuk melakukan fungsi-fungsinya. Tjiptono dan Chandra (2005, p.115) menjelaskan bahwa kualitas berkaitan erat dengan pelanggan. Kepuasan pelanggan akan timbul jika produk yang dibelinya sesuai dengan spesifikasi yang diberikan oleh perusahaan. Dari kepuasan pelanggan ini lalu menjadi sikap loyal konsumen terhadap produk tersebut. Manfaat produk yang berkualitas bagi perusahaan salah satunya adalah mengurangi biaya. Crosby (dikutip oleh Tjiptono, 2005, p.116) menyatakan bahwa kualitas adalah gratis. Maksudnya adalah biaya untuk mewujudkan produk yang berkualitas jauh lebih kecil dibandingkan biaya yang ditimbulkan apabila perusahaan gagal memenuhi standar kualitas. Manfaat lain dari kualitas yang superior adalah :
1. Loyalitas pelanggan lebih besar
2. Pangsa pasar yang lebih besar
3. Harga saham yang lebih tinggi
4. Harga jual produk/jasa yang lebih tinggi.
5. Produktivitas yang lebih besar.
Perusahaan dapat menentukan apakah produk tersebut memiliki kualitas rendah, sedang, tinggi, atau istimewa. Dalam kenyataanya tidak semua barang dapat dibuat dengan kualitas tinggi bergantung pada strategi yang diinginkan perusahaan. Menurut Kotler (1994, p.74) asas menurunnya tingkat laba berlaku bagi mutu yang lebih tinggi lagi, yaitu karena jumlah pembeli yang bersedia untuk membayar untuk mutu yang semakin tinggi akan semakin berkurang.
Kualitas selain ditentukan oleh kemampuannya dalam melakukan fungsinya juga harus memperhatikan faktor-faktor lain yang mempengaruhi persepsi konsumen akan kualitas itu sendiri. Kotler (1994, p.74) menyatakan harga, kemasan, distribusi, promosi, reputasi produsen, dan negara asal produk juga ikut mempengaruhi persepsi konsumen akan kualitas.
Herry Suryanto (2005) dalam penelitiannya menguji apakah semakin positif persepsi konsumen mengenai kualitas motor buatan Honda maka semakin kuat pula keputusan pembelian konsumen terhadap sepeda motor Merek Honda. Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa semakin kuat perceived quality , maka keputusan pembelian konsumen akan semakin kuat pula.
Berdasarkan pemikiran tersebut, hipotesis berikut disajikan:
H3 :Kualitas berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian
2.2 Kerangka PemikiranTeoritis
Gambar 2.2 Kerangka Pemikiran
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
Objek yang akan dijadikan penelitian ini adalah pemakai sepeda motor merek Yamaha Mio di kampus gunadarma depok.
3.2 Data atau Variabel
Dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, dengan melibatkan 50 responden terpilih untuk mengetahui seberapa besar pengaruh atribut produk terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Yamaha Mio.
3.3 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan ini terbagi menjadi dua, yaitu:
a. Data Primer
Kegiatan kunjungan langsung ke tempat yang menjadi objek penelitian untuk memperoleh data yang akan digunakan dalam penelitian dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden.
b. Data Sekunder
Mengumpulkan data yang relevan dari sumber tertulis yang berkaitan dengan bidang yang diteliti.
3.4 Hipotesis
Untuk melihat sejauh mana pengaruh perilaku konsumen terhadap memilih suatu merek motor maka penulis menggunakan hipotesis sebagai berikut :
1. Diduga bahwa Atribut Produk yaitu harga, merek, kualitas dan ciri / keistimewaan berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor Yamaha Mio.
2. Diduga faktor harga dan merek yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian sepeda motor Yamaha Mio.
3. Diduga terdapat perbedaan pengaruh variabel Marketing Mix (harga, merek, kualitas dan ciri / keistimewaan) terhadap keputusan pembelian sepeda motor Ymaha Mio.
3.5 Alat Analisis yang Digunakan
Untuk menganalisis data yang diperoleh, maka penulis akan menggunakan metode analisis Regresi Linier Berganda. Metode ini dipilih karena dapat mencari nilai atribut sebuah objek. Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian sepeda motor Yamaha Mio menggunakan metode skala likert.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Objek Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan objek berupa 60 responden yamg mengisi kuesioner yang telah dibuat oleh penulis. Responden diambil dari mahasiswa/i di Universitas Gunadarma yang beralamat di jalan Akses UI,Kelapa Dua, Depok. Objek penelitian diambil dari mahasiwa/i. Karena dianggap penulis para mahasiwa adalah konsumen yang menggunakan produk sepeda motor mio.
4.2 Hasil Penelitian dan Analisis Pembahasan
4.2.1 Analisis Validitas dan Realibilitas
4.2.1 Hasil Analisis Validitas dan Realibilitas Kuesioner untuk Variabel Harga.
Analisis uji validitas digunakan untuk mengukur derajat ketepatan dalam penelitian tentang isi atau arti sebenarnya yang di ukur. Uji validitas dalam penelitian akan dilakukan dengan menghitung koefisien korelasi antar subjek pada item pertanyaan dengan skor test yang diperoleh dari hasil kuesioner, yaitu dengan mencari nilai koefisien kerelasi (r) dari masing-masing pertanyan dan dibandingkan dengan nilai kritik tabel korelasi r. Bila r hitung > r tabel, maka pertanyaan/variabel tersebut adalah signifikan. Hal ini berarti bahwa pertanyaan-pertanyaan memiliki validitas konstrak, yaitu memiliki konsistensial internal yang berarti bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut mengukur aspek yang sama.
Analisis uji realibilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat, ukur, apakah alat pengukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang. Ada beberapa metode pengujian reliabilitas di antaranya metode test ulang, formula belah dua dari Spearman-Brown, formula Rulon, formula Flanagan, Cronbach’s Alpha, metode formula KR-20, KR-21, dan metode Anova Hoyt. Dalam program SPSS akan dibahas untuk uji yang sering digunakan penelitian mahasiswa adalah dengan menggunakan metode Alpha (Cronbach’s). Metode Alpha sangat cocok digunakan pada skor berbentuk skala (misal 1-4, 1-5) atau skor rentang (misal 0-20, 0-50). Metode Alpha dapat juga digunakan pada skor dikotomi (0 dan 1) dan akan menghasilkan perhitungan yang setara dengan menggunakan metode KR-20 dan Anova Hoyt
4.2.1.1 Hasil Analisis Validitas dan Realibilitas Kuesioner untuk
variabel Harga.
Untuk melihat apakah harga yang dipertimbangkan oleh konsumen, dalam pembelian diajukan 3 pertanyaan. Hasil uji validitas pertanyaan tersebut disajikan pada tabel 4.1 di bawah ini :
Tabel 4.1
Item-Total Statistics
Item-Total Statistics
Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted
P1 7.0000 1.263 .476 .675
P2 6.9500 1.103 .624 .477
P3 7.0500 1.418 .479 .668
Sumber : data diolah SPSS
Dari tabel diatas diketahui nilai Corrected Item-Total Correlation untuk pertanyaan 1,2,3,4 memililki nilai > dari nilai korelasi tabel 0,361, sehingga 4 butir pertanyaan tersebut yang telah diujikan adalah valid. Tersebut dapat digunakan untuk mengukur variabel harga..
Tabel 4.2
Realibility statistic
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.705 3
Sumber : data diolah SPSS
Dari test reliabilitas diatas didapat nilai Cronbach alpha sebesar 0,829. sedangkan nilai r kritis (uji 2 sisi ) pada signifikansi 0.05 dengan jumlah data (n) =20 didapat sebesar 0,361, maka dapat disimpulkan bahwa butir-butir instrument penelitian tersebut adalah reliable.
4.2.1.2 Hasil Analisis Validitas dan Reliabilitas kuesioner untuk
Variabel Merk.
Untuk melihat apakah merk yang dipertimbangkan oleh konsumen, dalam pembelian diajukan 4 pertanyaan. Hasil uji validitas pertanyaan tersebut disajikan pada table 4.2 di bawah ini :
Tabel 4.2
Item-Total Statistics
Item-Total Statistics
Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted
p1 10.2500 3.355 .507 .847
p2 10.1500 2.766 .805 .714
p3 10.1500 2.450 .862 .677
p4 10.4000 3.516 .483 .853
Sumber : data diolah SPSS
Dari tabel diatas diketahui nilai Corrected Item-Total Correlation untuk pertanyaan 1,2,3 memililki nilai > dari nilai korelasi tabel 0,361, sehingga 4 butir pertanyaan tersebut yang telah diujikan adalah valid. Tersebut dapat digunakan untuk mengukur variabel Merk.
Dari test reliabilitas diatas didapat nilai Cronbach alpha sebesar 0,829. Yang lebih besar dari 0,444. Karena lebih dari 0,361, maka dapat disimpulkan bahwa butir-butir instrument penelitian tersebut adalah reliable
4.2.1.3 Hasil Analisis Validitas dan Realibilitas Kuesioner untuk
variabel Kualitas.
Untuk melihat apakah kualitas yang dipertimbangkan oleh konsumen, dalam pembelian diajukan 5 pertanyaan. Hasil uji validitas pertanyaan tersebut disajikan pada tabel 4.3 di bawah ini :
Tabel 4.3
Item-Total Statistics
Item-Total Statistics
Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted
p1 15.3000 4.011 .722 .793
p2 15.3000 3.800 .826 .763
p3 15.4000 3.726 .661 .815
p4 15.1500 5.082 .584 .840
p5 15.6500 4.239 .553 .841
Sumber : data diolah SPSS
Dari tabel diatas diketahui nilai Corrected Item-Total Correlation untuk pertanyaan 1,2,3,4,5 memililki nilai > dari nilai korelasi tabel 0,361 , sehingga 5 butir pertanyaan tersebut yang telah diujikan adalah valid. Tersebut dapat digunakan untuk mengukur variabel kualitas .
Dari test reliabilitas diatas didapat nilai Cronbach alpha sebesar 0,844. Yang lebih besar dari 0,6. Karena lebih dari 0,6, maka dapat disimpulkan bahwa butir-butir instrument penelitian tersebut adalah reliable.
4.2.2 Analisis deskriptif
a) Karakteristik Responden
Setelah mendapat data yang dibutuhkan maka penulis akan manggambarkan hasil penelitiannya yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada 60 responden pembelian sepeda motor Yamaha mio, untuk mengetahui apakah atribut harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian. sepeda motor Yamaha Mio..
b) Jenis Kelamin (Gender)
Adapun pemilihan karakter pada penelitian ini adalah jenis kelamin dan usia karakteristik responden setelah dilakukan penelitian yang dipilih secara acak adalah laki-laki 60% dan perempuan 40% dengan rata-rata usia responden berkisar antara lain: kurang dari 19 tahun adalah 15 responden (25%), antara 19-25 tahun adalah 40 responden (67%), dan lebih dari 25 tahun adalah 5 responden (8%).
Gambar 4.2
Pembagian Jenis Kelamin, Usia dan Umur dalam Pie Chart
Gender dan Umur
c) Pendapatan
Berdasarkan status pekerjaan didapatkan presentase seperti tampak pada Grafik 4.3 berikut ini:
Pendapatan Jumlah Persentase
Rp, 1.5-2 Juta 15 35%
Rp, 2-5 Juta 5 5%
> Rp, 5 Juta 0 0%
Sumber : Data Primer yang diolah, 2010
Dari tabel 4.3 diketahui kebanyakan pengguna Yamaha Mio berpenghasilan dibawah Rp 1.5 juta sebanyak 40, hal ini karena kebanyakan pengguna mio masih berstatus karyawan. Responden dengan pendapatan Rp 1.5-2 juta sebanyak 15 orang. Responden berpenghasilan Rp 2-5 juta sebanyak 5 orang, dan yang berpenghasilan lebih dari Rp 10 juta tidak ada.
d) Pekerjaan
Berdasarkan status pekerjaan didapatkan presentase seperti tampak pada Grafik 4.1 berikut ini:
Tabel 4.4
Status Pekerjaan
Pekerjaan Jumlah Persentase
PNS 10 10%
Wiraswasta 15 15%
Karyawan 35 75%
Tidak bekerja 0 0%
Sumber : Data Primer yang diolah, 2010
Pada Tabel 4.2, menunjukkan bahwa dari 60 responden mayoritas pengguna Yamaha mio adalah wiraswasta yaitu sejumlah 35 orang. PNS sebesar 15 orang. Karyawan sebanyak 10 orang.
4.3.3 Analisis Regresi Linear Berganda
a. Analisis Korelasi Ganda (R)
Analisis ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua atau lebih variabel independen (X1, X2, ….Xn) terhadap variabel dependen (Y) secara serentak. Koefisien ini menunjukkan seberapa besar hubungan yang terjadi antara variabel independen (X1,X2,…Xn) secara serentak terhadap variabel dependen (Y) : Nilai R berkisar antara 0 sampai 1, nilai semakin mendekati 1 berarti hubungan semakin kuat, sebaliknya nilai semakin mandekati 0 maka hubungan yang terjadi semakin lemah.
Menurut Sugiyono (2007) pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi sebagai berikut :
0,00 – 0,199 = sangat tidak kuat
0,20 – 0,399 = tidak kuat
0,40 – 0,599 = sedang
0,60 – 0,799 = kuat
0,80 – 1,000 = sangat kuat
Dari hasil analisis regresi, lihat pada tabel output moddel summary dan disajikan berikut :
Tabel 4.5
Koefisien Korelasi Berganda
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .634a .402 .370 .37682
a. Predictors: (Constant), X3, X1, X2
b. Dependent Variable: Y
Berdasarkan Tabel diatas diperoleh angka R sebesar 0,634. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang kuat antara atribut harga, atribut merk, dan ciri keistimewaan/kualitas secara bersama-sama tetap hubungan ini berarah positif terhadap pembelian sepeda motor Yamaha Mio. Artinya jika pembelian naik, atribut harga, atribut merk, dan kualitas tentu naik.
b. Analisis Determinasi (R²)
Analisis determinasi dalam regresi linier berganda digunakan mengetahui persentase sumbangan pengaruh variabel independen (X1,X2,…Xn) secara serentak terhadap variabel dependen (Y). Koefisien ini menunjukkan seberapa besar persentase variasi variabel independen terhadap variabel dependen. R² sama dengan 0,402 atau 40,2%, maka ada persentase sumbangan pengaruh yang diberikan variabel independen yang digunakan dalam model tidak menjelaskan sedikitpun variasi variabel dependen.
Berdasarkan table 4.5 diatas diperoleh angka R² (R Square) sebesar 0,402 atau 40,2%. Hal ini menunjukkan bahwa persentase sumbangan pengaruh variabel independen (atribut harga, atribut merk, dan ciri keistimewaan/kualitas) terhadap variabel dependen (pembelian) sebesar 40,2% variasi variabel (pembelian). Sedangkan sisanya sebesar 59,8% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang dimasukkan dalam model penelitian ini.
Adjusted R square adalah nilai R square yang telah disesuaikan, nilai ini selalu lebih kecil dari R Square dan angka ini bisa memiliki pembelian negatif.
c. Uji Koefisien Regresi secara Parsial (Uji t)
Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel independent (X1, X2,….Xn) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y). Hasil perhitungan regresi dengan SPSS terlihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.6
Coefficientsª
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 1.341 .492 2.727 .009
X1 .274 .106 .351 2.584 .012
X2 -.284 .141 -.302 -2.011 .049
X3 .705 .123 .682 5.720 .000
a. Dependent Variable: Y
Sumber : Data Diolah SPSS
Dari tabel diatas diperoleh regresi sebagai berikut :
Y = 1,341 + 0,274(atribut harga) - 0,284(Atribut Merk) + 0,705 (Atribut Kualitas) persamaan tersebut berarti Konstanta a = 1,341 Apabila variabel atribut harga, atribut merk, dan atribut kualitas/ciri keistimewaan diasumsikan konstan atau 0, maka pembentukan pembelian sudah ada sebesar sebesar 1,314 sedangkan Atribut Harga memiliki koefisien regresi sebesar 0,274 dan signifikan pada α=5%, dan besarnya t hitung sebesar 2,584, karena signifikan (0.025) hasil diperoleh untuk t table 2.003 maka, Ho ditolak secara parsial ada pengaruh dari atribut harga terhadap pembelian.
Pada variabel Atribut Merk memiliki koefisisen regresi sebesar – 0,284 dan signifikan pada α=5%, dan besarnya t hitung sebesar – 2,011, karena signifikan (0.025) hasil diperoleh untuk t table - 2.003 maka, Ho ditolak secara parsial ada pengaruh dari atribut merk terhadap pembelian.
Pada variabel atribut kualitas memiliki koefisisen regresi sebesar 0,705 dan signifikan pada α=5%, dan besarnya t hitung sebesar 5,720, karena signifikan (0.025) hasil diperoleh untuk t table 2,003 maka, Ho ditolak secara parsial ada pengaruh dari atribut kualitas terhadap pembelian.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari kuesioner yang disebarkan kepada 60 orang responden terhadap pembelian, yang kemudian dihitung dengan menggunakan analisis regresi linear berganda, didapat hasil bahwa hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen secara parsial, dengan hasil perolehan ( 2,584<2,003 ), maka atribut harga ( X1 ) ada pengaruh signifikan terhadap dependen pembelian ( Y ).untuk variabel merk ( X2 ) hasil diperoleh ( - 2,001< - 2,003 ), maka atribut merk (X2) ada pengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen pembelian (Y). Dan untuk atribut kualitas ( X3 ) hasil perolehan ( 5,720<2,003 ), maka atribut kualitas (X3) ada pengaruh signifikan terhadap dependen pembelian (Y).
Sementara hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen secara simultan diketahui bahwa kedua subvariabel independen mempengaruhi variabel dependen dan mempunyai sifat hubungan yang kuat dan signifikan.
5.2 Saran
Dilihat dari analisis atribut terhadap keputusan pembelian sepeda motor yamaha mio, penelitian ini menyarankan agar produsen atau pembeli uang dilakukan konsumen,agar tidak melupakan dari segi pelayanan dan kualitas agar tetap terjaga mutu yang dimiliki agar konsumen tidak berpindah ke produk lain dan mau membeli produk ini.
Variables Entered/Removed
Model Variables Entered Variables Removed Method
1 X3, X1, X2a . Enter
a. All requested variables entered.
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .634a .402 .370 .37682
a. Predictors: (Constant), X3, X1, X2
b. Dependent Variable: Y
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 5.337 3 1.779 12.529 .000a
Residual 7.952 56 .142
Total 13.289 59
a. Predictors: (Constant), X3, X1, X2
b. Dependent Variable: Y
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 1.341 .492 2.727 .009
X1 .274 .106 .351 2.584 .012
X2 -.284 .141 -.302 -2.011 .049
X3 .705 .123 .682 5.720 .000
a. Dependent Variable: Y
Casewise Diagnosticsa
Case Number Std. Residual Y Predicted Value Residual
1 1.190 4.67 4.2183 .44839
2 .279 4.00 3.8949 .10506
3 .071 4.00 3.9734 .02657
4 .408 3.67 3.5129 .15375
5 .773 4.00 3.7088 .29121
6 -.745 3.33 3.6141 -.28076
7 -.744 3.67 3.9471 -.28048
8 -1.073 4.00 4.4044 -.40443
9 -.719 3.67 3.9374 -.27076
10 .773 4.00 3.7088 .29121
11 -.346 3.67 3.7970 -.13033
12 .383 4.00 3.8557 .14431
13 .764 4.00 3.7120 .28797
14 -.103 3.67 3.7055 -.03888
15 .010 3.67 3.6631 .00361
16 -1.100 3.67 4.0811 -.41443
17 -3.354 3.00 4.2640 -1.26400
18 -.978 3.67 4.0354 -.36870
19 .557 4.67 4.4566 .21003
20 1.060 4.67 4.2672 .39942
21 .425 3.67 3.5064 .16024
22 .305 4.00 3.8852 .11478
23 .174 3.67 3.6011 .06554
24 .651 4.00 3.7545 .24548
25 .911 4.00 3.6566 .34342
26 -.970 3.67 4.0321 -.36546
27 -.597 3.67 3.8917 -.22503
28 -.233 3.67 3.7545 -.08785
29 -1.508 3.00 3.5684 -.56836
30 -.354 3.67 3.8002 -.13358
31 1.043 4.67 4.2737 .39294
32 .809 4.67 4.3619 .30473
33 1.667 4.67 4.0386 .62806
34 .903 4.00 3.6598 .34018
35 .522 4.00 3.8035 .19652
36 .261 3.67 3.5684 .09830
37 .522 4.00 3.8035 .19652
38 -1.482 3.33 3.8917 -.55836
39 -.978 3.67 4.0354 -.36870
40 .279 4.00 3.8949 .10506
41 1.831 4.67 3.9767 .69000
42 .305 4.00 3.8852 .11478
43 .435 4.00 3.8362 .16375
44 .391 3.67 3.5194 .14727
45 .911 4.00 3.6566 .34342
46 -1.230 3.33 3.7970 -.46367
47 -1.221 3.67 4.1268 -.46015
48 .409 4.00 3.8460 .15403
49 .921 4.67 4.3195 .34721
50 .557 4.67 4.4566 .21003
51 .480 5.00 4.8192 .18078
52 1.476 5.00 4.4437 .55633
53 .557 4.33 4.1236 .20976
54 -1.213 3.67 4.1236 -.45691
55 -.382 3.00 3.1438 -.14385
56 -2.358 3.00 3.8885 -.88846
57 .175 4.00 3.9342 .06582
58 -.328 4.00 4.1236 -.12358
59 -1.082 4.00 4.4077 -.40767
60 -.085 4.00 4.0321 -.03212
a. Dependent Variable: Y
Residuals Statisticsa
Minimum Maximum Mean Std. Deviation N
Predicted Value 3.1438 4.8192 3.9333 .30077 60
Residual -1.26400 .69000 .00000 .36711 60
Std. Predicted Value -2.625 2.945 .000 1.000 60
Std. Residual -3.354 1.831 .000 .974 60
a. Dependent Variable: Y
INDENTITAS RESPONDEN
Isilah atau lingkarilah pilihan yang cocok dengan jawaban Anda :
No. Responden :…………………………................................................(diisi oleh peneliti)
Nama Responden:. . . . . .. .. . .. .. .. . .. .. .. . .. .. .. . .. .. .. . .. .. .. .. . ……..(boleh tidak diisi)
Jenis Kelamin : L / P
Status Pekerjaan : a. PNS
c. Pelajar/mahasiswa e.Tidak Bekerja
b. Wiraswasta
d. Karyawan swasta
f. Lain-lain
Umur : .......................................................
Tempat Tinggal :......................................................................................................................
Pendidikan :
a. SD/Sederajat
c. SMA/Sederajat
b. SMP/Sederajat
d. S1/D3
Pendapatan :
a. Rp <1 juta
c. Rp 5 juta - Rp 10 juta
b. Rp 1 juta - Rp 5 juta
d. > Rp 10 juta
Pertanyaan
No
Pernyataan
Sangat setuju Setuju Cukup setuju Tidak setuju Sangat tidak setuju
1 Harga motor yang anda beli sudah sesuai dengan keistimewaan produk yang diberikan
2 Harga motor yang anda beli sesuai dengan manfaat yang saya dapatkan
3 Harga yang ditawarkan motor yang anda beli, jauh lebih murah dibandingkan dengan produk motor lain
4 Yamaha merupakan merek motor yang me miliki citra baik
5
Jika mendengar Nama Yamaha saya teringat akan sepeda motor saya
6 Saya membeli sepeda motor karena merk nya sudah terkenal
7 Kualitas sepeda motor yang saya punya sesuai dengan citra merk yang baik
8 Motor yang saya beli memiliki kecepatan yang saya harapkan
9 Motor yang saya beli memiliki mesin yang halus suaranya
10 Motor yang saya miliki memiliki daya tahan mesin yang baik
11 Motor yang saya miliki aman dan nyaman untuk dikendarai karena dilengkapi dengan nyaman
12 Motor yang saya miliki irit
13 Saya membeli sepeda motor karena sesuai dengan kebutuhan
14 Ketika membutuhkan sepeda motor, saya hanya menjatuhkan pilihan saya kepada salah satu motor yang saya pilih, yang karena sesuai dengan keinginan saya
15 Walau mendapatkan dari penawaran dari produsen lain, saya tetap memilih sepeda motor merk yang saya punya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar